Widget HTML Atas

 

TIPS PENYUSUNAN KISI-KISI SOAL TIPE AKM (PILIHAN GANDA, ISIAN, PILIHAN GANDA KOMPLEKS, URAIAN, MENJODOHKAN)

Penyusunan Kisi-Kisi Soal AKM - Ketiadaan Ujian Nasional yang diubah menjadi Penilaian dalam bentuk Asesmen Nasional merupakan bentuk penilaian yang mengukur tiga aspek utama diantaranya adalah AKM (Asesmen Kompetensi Minimum), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.


Guru atau Tutor bisa beradaftasi dengan perkembangan program Bapak Menteri, dimana dalam mengukur kemampuan minimal siswa yang menggunakan AKM yaitu berupa tes kemampuan Literasi dan numerasi.


Perlu kita ketahui, Literasi dan numerasi merupakan sebuah kecapakan yang akan dikembangkan untuk menganalisa berbagai informasi. Literasi yang terdiri dari Literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial serta literasi budaya & kewargaan. 

Literasi menjadi penting sebagai dasar kemampuan membaca dan menulis, sementara itu Numerasi lebih ketingkatan lanjutan untuk menerapkan konsep bilangan dan keterampilan berhitung dalam kehidupan sehari-hari dan menginterprestasikan informasi kuantitatif yang ada di sekitar kita.


Poin Penting juga:

Dalam membuat soal AKM, Perlu sebuah ilustrasi/stimulus yang memberikan pematik (bayangan cerita) ke peserta didik agar peserta didik dapat mengaitkan peristiwa yang terjadi di sekitarnya.


Dalam membuat soal, tidak semua KD bisa dipakai.
KD dan Materi harus sinkron supaya yang kita uji atau informasi yang ingin didapatkan dari peserta didik sesuai asesmen dengan materinya.

Berikut contoh Format kisi-kisi soal yang akan kita buat menjadi soal tipe AKM.




Pemilihan KD dan Materi

KD dan Materi disesuaikan dengan yang digunakan, untuk saat ini kita akan menggunakan Kurikulum 2013.


UKRK

Urgensi = Penting harus dikuasai peserta didik

Kontinuitas = yaitu pendalaman dan atau perluasan dari kompetensi pada jenjang/tingkat sebelumnya.

Relevansi = diperlukan karena ada hubungannya untuk mempelajari atau memahami kompetensi dan atau konsep mata pelajaran lain. Bagaimana kita melihat hubungan KD dengan Materinya. Tahapan materi yang diberikan sesuai untuk materi tahap selanjutnya.

Keterpakaian = KD yang dipilih harus memiliki terapan dalam kehidupan sehari hari. Misalnya dalam pelajaran IPA; Kenapa kita perlu memahami perbedaan pada manusia, jadi kita bisa tahu cara mencegah jika ada penyakit tentang darah.



LEVEL KOGNITIF

Pengetahauan C1 dan Pemahaman C2 (L1)
>>> Peserta didik memiliki kemampuan standar minimum dalam menguasai pelajaran (knowing)


Aplikasi C3 (L2)

>>> Peserta didik memiliki kemamuan aplikatif (Applying)


Penalaran C4,C5,C6 (L3)

>>> Peserta didik memiliki kemampuan bernalar (analisi, evaluasi, kreasi) dan Logika (reasoning)


Dalam membuat rumusan, perhatikan TAKSONOMI BLOM berikut ini:


Cara menentukan L1, L2 dan L3 di lihat dari kompleksifitas berpikir pesrta didik, bukan di lihat dari kesulitan mengerjakan soal. Bagaimana seorang anak bisa menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari kaitannya dengan soal yang dibuat.



Distribusi Kompetensi soal-soal yang dibuat bisa menjadi gambaran dalam tabel.
Penilaian dalam pembuatan soal harus mengikuti persentase sebagai berikut:

ini adalah sebuah kesepakatan dalam satuan pendidikan, sesuai dengan tagihan dari distribusi KD dan Level kognitif ini dituangkan dalam bentuk soal.


Sebagai Indikator soal, 

Rumusan indikatornya soal yang lengkap mencakup empat komponen, yaitu Audience, Behavior, Condition dan Degree.



Untuk Pembuatan soal, Perhatikan Persentase dalam tabel berikut:



Sebagai salah satu alternatif, diadopsi dari AKM Kelas, satuan Pendidikan dapat menyusun Presentase Bentuk Soal.

Persentase ini sebagai gambaran untuk berkreasi dalam pembuatan soal.

Bentuk soalnya sebagai berikut:




Penilaian bisa melihat waktu untuk skor setiap soalnya, semakin rumit tingkatnya maka skornya bisa lebih besar.
Disesuaikan dengan level kognitif untuk mengukur skornya.

Soal dengan level C1 bisa diselesaikan satu atau 2 menit. 

Durasi waktu menjawab soal dirata-ratakan/ diperkirakan ketika dikerjakan oleh peserta didik, kaitannya dengan Skor yang bisa di sesuaikan level kesulitan soalnya.


Saat membuat soal, mulai dari membuat kisi-kisi soal, dilihat dari KD yang esensial untuk mempertimbangkannya. Soal yang dibuat sesuai dengan levelnya dan soal yang dikerjakan


Untuk memilih KD harus melihat UKRK




PENYUSUNAN KISI-KISI SOAL AKM

oleh Ibu Wulancahyani Ardika


PENILAIAN PEMBELAJARAN

Kita bisa melihat dahulu Tentang SKL Baru.

SKL = Standar Kompetensi Lulusan

Kurikulum Merdeka


Perhatikan gambar!








Jika tuntutannya seperti di atas, apakah layak kita memakai soal seperti sebelumnya?


Apakah dengan SKL Baru kita akan tetap membuat soal UPK pilihan Ganda saja?


Lihat format Kurikulum berbasis modul (1 sampai 5 modul), karena di PKBM masih menggunakan modul sebagai asesmen.

Dalam sistem modul, bagi peserta yang memiliki kelebihan lebih akan cepat menyelesaikan modul, begitupun sebaliknya. Jadi setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda.


Penilaian Untuk, Sebagai dan atas Pembelajaran

Perhatikan diagnostik Assesment, Assesment for Learning, Formative Asserment, Assesment as Learning, Summative Assesment dan Assesment of Learning



Diagnostic Assesment

Penilaian untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik sebagai dasar untuk melakukan perbaikan.



Formative Assesment

Fokus pada pemantauan untuk meningkatkan pembelajaran peserta didik. Fungsinya untuk memantau apakah pembelajaran sudah berjalan efektif untuk peserta didik.


Summative Assesment

Menggambarkan capaian yang dicapai terhadapa acuan standar, supaya tidak melenceng dari acuannya.



Bentuk Penyusunan soal AKM

PILIHAN GANDA

>>> Terdiri dari pokok soal beberapa pilihan jawaban dan terdapat satu jawaban yang benar.

>>> Memenuhi kaidah penulisan soal

>>> Untuk setara kelas 1 sampai 3 opsinya sebagai tiga (A,B,C)

>>> Untuk setara kelas 4 sampai 9 opsinya sebagai empat (A,B,C,D)
Untuk setara kelas 10 sampai 12 opsinya sebagai lima (A,B,C,D,E)



Essay/ Uraian
Menjodohkan
Isian/ Jawaban Singkat
Pilihan Ganda Kompleks



Stimulus harus Edukatif, Menarik, Inspiratif, Keterbaruan







Sumber dari gambar mestinya ditulis.



Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda



Penulisan kata soal tidak ada kecuali, tidak, jangan, bukan (negatif ganda). Jika menampilkan gambar harus relevansi berfungsi dengan soal yang ditanyakan.


Soal tidak bergandung dari soal sebelumnya, jadi soal yang dibuat berdiri sendiri.









Kaidah soal Isian



Kaidah soal menjodohkan



Kaidah soal Uraian



Kaidah Soal Pilihan Ganda



Contoh Bentuk Soal AKM

Perhatikan bagan berikut ini:
Contoh Stimulus

tersedia sumber beritanya.
contoh di atas untuk jejang Paket C, Bahasa Indonesia
Level 1


Dari stimulus di atas, bisa menjadi 2 soal yang penting dari soal pertama tidak berkaitan dengan soal selanjutnya.
Pilihan Ganda



Pedoman skor, jika ada pilihan 4 pilihan, bisa memberikan skor maksimum 2 atau 3, 

Hindari membuat kata pernyataan salah. Namun, ditulis "Menentukan pernyataan yang benar"


Contoh lain:
Materi Sumpah palapa, stimulunya harus relevan dan kaitkan dengan situasi kekinian, dimana sumpah palapa yang berisi ingin menyatukan nusantara. Apa relevansi sumpah palapa yang ingin ditampilkan sesuai.



Pada intinya untuk membuat soal AKM harus ada stimulus atau pernyataan yang mendukung pembuatan soal. Stimulus yang dbuat bisa memberikan memberikan dorongan, rangsangan ke peserta didik untuk memahami soal yang akan di buat.


Stimulus yang ditulis harus Edukatif, Menarik, Inspiratif, Keterbaruan
Soal dengan stimulus bisa dalam bentuk tabel, gambar, grafik, pernyataan dll.


Dalam soal uraian ada uraian, menjelaskan, membandingkan atau mengapa jawabannya seperti itu.


Demikian hasil rangkuman mengenai Tips Penyusunan Kisi-Kisi Soal Tipe AKM yang begitu bervariasi seperti soal Pilihan Ganda, Pilihan Ganda kompleks, Isian, Uraian, dan Menjodohkan.


Hasil dari kegoatan adalah berupa soal , kisi-kisi dan kunci jawaban.
info >>> Link kontak